<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688</id><updated>2012-02-17T09:32:04.789+07:00</updated><category term='Pergaulan'/><category term='cinta dan pernikahan'/><category term='Pakaian Muslimah'/><title type='text'>Renungan</title><subtitle type='html'>Blog ini merupakan kumpulan renungan yang tujuannya adalah mengingatkan penulis.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-3463631985173536478</id><published>2010-10-09T19:48:00.002+07:00</published><updated>2010-10-09T19:51:27.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta dan pernikahan'/><title type='text'>Bukan Pria Idaman</title><content type='html'>Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. Inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Siapakah pria yang tidak pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Mudah-mudahan -dengan izin Allah- kami dapat mengungkapkannya pada tulisan yang singkat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan. Jika berencana nikah, harus menghitung hari baik terlebih dahulu. Yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah mempercayai ramalan bintang agar semakin PD dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ciri pria yang tidak pantas dijadikan idaman. Akidah yang ia miliki sudah jelas adalah akidah yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, “Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.” (Al Fawaid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti jika aqidah dan iman seseorang rusak -padahal itu adalah pokok atau pondasi-, maka bangunan di atasnya pun akan ikut rusak. Perhatikanlah hal ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak shalat jama'ah di masjid juga menjadi ciri pria bukan idaman. Padahal shalat jama'ah bagi pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam al Qur'an dan berbagai hadits. Berikut di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata, ”Wahai Rasulullah, saya  tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama'ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun  ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim). Orang buta ini tidak dibolehkan shalat di rumah apabila dia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri shalat jama’ah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur: [1] dia adalah seorang yang buta, [2] dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani, [3] banyak sekali tanaman, dan [4] banyak binatang buas. Namun karena  dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jama’ah. Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jama’ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi'i sendiri mengatakan, “Adapun shalat jama’ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.” (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pria yang menyia-nyiakan shalat berjama'ah di masjid saja bukan merupakan pria idaman, lantas bagaimana lagi dengan pria yang tidak menjalankan shalat berjama'ah sendirian maupun secara berjama'ah?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, ”Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir (pembahasan dosa-dosa besar), hal. 25, Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang sulit menundukkan pandangan ketika melihat wanita. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Ta'ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi laki-laki tersebut jika telah menjadi suami malah memandang lawan jenisnya sana-sini ketika istrinya tidak melihat. Kondisi seperti ini pun telah ditegur dalam firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghofir: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas ketika membicarakan ayat di atas, beliau mengatakan bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah seorang yang bertamu ke suatu rumah. Di rumah tersebut ada wanita yang berparas cantik. Jika tuan rumah yang menyambutnya memalingkan pandangan, maka orang tersebut melirik wanita tadi. Jika tuan rumah tadi memperhatikannya, ia pun pura-pura menundukkan pandangan. Dan jika tuan rumah sekali lagi berpaling, ia pun melirik wanita tadi yang berada di dalam rumah. Jika tuan rumah sekali lagi memperhatikannya, maka ia pun pura-pura menundukkan pandangannya. Maka sungguh Allah telah mengetahui isi hati orang tersebut yang akan bertindak kurang ajar. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (12/181-182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas mengatakan, “Allah itu mengetahui setiap mata yang memandang apakan ia ingin khianat ataukah tidak.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid dan Qotadah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 12/182, Darul Qurthubah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: berkhalwat). Berdua-duaan (khokwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Kelima: Tangan Suka Usil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdulloh bin ‘Amr, ”Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari’ah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Muslim no. 996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk pria agar selalu introspeksi diri. Nasehat ini pun bisa bermanfaat bagi setiap orang yang sudah berkeluarga agar menjauhi sifat-sifat keliru di atas. Semoga Allah memudahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.remajaislam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-3463631985173536478?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/3463631985173536478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=3463631985173536478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/3463631985173536478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/3463631985173536478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/bukan-pria-idaman.html' title='Bukan Pria Idaman'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-2441725274705359528</id><published>2010-10-09T19:46:00.002+07:00</published><updated>2010-10-09T19:51:49.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta dan pernikahan'/><title type='text'>Kriteria Wanita Idaman</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebelumnya kita mengkaji siapakah pria yang mesti dijauhi dan tidak dijadikan idaman maupun idola, maka untuk kesempatan kali ini kita spesial akan membahas wanita. Siapakah yang pantas menjadi wanita idaman? Bagaimana kriterianya? Ini sangat perlu sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, sehingga si pria tidak salah dalam memilih. Begitu juga kriteria ini dimaksudkan agar si wanita bisa selalu introspeksi diri. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Pertama: Memiliki Agama yang Bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang harus jadi kriteria pertama sebelum kriteria-kriteria lainnya. Tentu saja wanita idaman memiliki aqidah yang bagus, bukan malah aqidah yang salah jalan. Seorang wanita yang baik agamanya tentu saja tidak suka membaca ramalan-ramalan bintang seperti zodiak dan shio. Karena ini tentu saja menunjukkan rusaknya aqidah wanita tersebut. Membaca ramalan bintang sama halnya dengan mendatangi tukang ramal. Bahkan ini lebih parah dikarenakan tukang ramal sendiri yang datang ke rumahnya dan ia bawa melalui majalah yang memuat berbagai ramalan bintang setiap pekan atau setiap bulannya. Jika cuma sekedar membaca ramalan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya mengenai sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam.”[1] Jika sampai membenarkan ramalan tersebut, lebih parah lagi akibatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan, maka ia telah kufur pada Al Qur’an yang diturunkan pada Muhammad.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula ia paham tentang hukum-hukum Islam yang berkenaan dengan dirinya dan juga untuk mengurus keluarga nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan seorang pria untuk memilih perempuan yang baik agamanya. Beliau bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.[3] Sebenarnya makna “taribat yadak”adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kriteria wanita idaman yang patut diperhatikan pertama kali –yaitu baiknya agama- sebelum kriteria lainnya, sebelum kecantikan, martabat dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Kedua: Selalu Menjaga Aurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ini pun harus ada dan jadi pilihan. Namun sayangnya sebagian pria malah menginginkan wanita yang buka-buka aurat dan seksi. Benarlah, laki-laki yang jelek memang menginginkan wanita yang jelek pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sangat bahaya jika seorang wanita yang berpakaian namun telanjang dijadikan pilihan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”[4] Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang dalam hadits ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.&lt;br /&gt;   2. Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan aurat wanita yang wajib ditutupi adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Ketiga: Berbusana dengan Memenuhi Syarat Pakaian yang Syar’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang menjadi idaman juga sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil Al Qur’an dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat keempat:  Tidak diberi wewangian atau parfum. Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah di antara beberapa syarat pakaian wanita yang harus dipenuhi. Inilah wanita yang pantas dijadikan kriteria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria keempat: Betah Tinggal di Rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Kelima: Memiliki Sifat Malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ini juga semestinya ada pada wanita idaman. Contohnya adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. Cobalah perhatikan contoh yang bagus dari wanita di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (23) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.” (QS. Qashash: 23-24). Lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya. Namun coba bayangkan dengan wanita di zaman sekarang ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kriteria wanita yang semestinya jadi idaman. Namun kriteria ini baru sebagian saja. Akan tetapi, kriteria ini semestinya yang dijadikan prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, jika seorang pria ingin mendapatkan wanita idaman, itu semua kembali pada dirinya. Ingatlah: ”Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Jadi, hendaklah seorang pria mengoreksi diri pula, sudahkah dia menjadi pria idaman, niscaya wanita yang ia idam-idamkan di atas insya Allah menjadi pendampingnya. Inilah kaedah umum yang mesti diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.remajaislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] HR. Muslim  no. 2230, dari Shofiyah, dari sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Ahmad (2/492). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446, dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR. Muslim no. 2128, dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 17/190-191, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 5/133, Mawqi’ Al Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11/150.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] HR Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-2441725274705359528?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/2441725274705359528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=2441725274705359528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/2441725274705359528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/2441725274705359528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/kriteria-wanita-idaman.html' title='Kriteria Wanita Idaman'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-7370720970226746652</id><published>2010-10-09T19:43:00.002+07:00</published><updated>2010-10-09T19:52:11.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta dan pernikahan'/><title type='text'>Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran?</title><content type='html'>Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan. Saudaraku, jika kita telaah, bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chating. Namun lambat laut akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.”[1] Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:  Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahall Allah Ta'ala perintahkan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".” (QS. An Nur: 30). Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat, namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini, bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaran-pelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami, maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami, judi islami, arak islami, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah, Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;« لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah. Namun ingat, syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai para pemuda[6], barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[7] Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima’ yaitu mampu berhubungan badan. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah.[8] Itulah yang lebih tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. Ingatlah, bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Banyak memohon pada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Rajin memenej pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya. Mujahid mengatakan, “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Lebih giat menyibukkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran.”  Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.” Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.remajaislam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-7370720970226746652?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/7370720970226746652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=7370720970226746652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/7370720970226746652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/7370720970226746652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/apakah-mengenal-pasangan-harus-lewat.html' title='Apakah Mengenal Pasangan Harus Lewat Pacaran?'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-72183459556961746</id><published>2010-10-09T19:41:00.001+07:00</published><updated>2010-10-09T19:41:28.316+07:00</updated><title type='text'>Hidayah Hanyalah Milik Allah</title><content type='html'>Para pembaca yang semoga dirahmati Allah ta’ala, mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yang Mulia Sendiri Tidak Dapat Memberi Hidayah Taufik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya ayat ini berkenaan dengan cintanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada pamannya Abu Tholib. Akan tetapi, segala cara dan upaya yang dilakukan beliau untuk mengajak pamannya kepada kebenaran, tidak sampai membuat pamannya menggenggam Islam sampai ajal menjemputnya. Seorang rosul yang kita tahu kedudukannya di sisi Allah saja tidak mampu untuk memberi hidayah kepada pamannya, apalagi kita yang keimanannya sangat jauh dibandingkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita melihat perjuangan Nabi Allah Nuh di dalam menegakkan tauhid kepada umatnya? Waktu yang mencapai 950 tahun tidak dapat menjadikan umat nabi Nuh mendapatkan hidayah Allah, bahkan untuk keturunannya sendiri pun ia tidak dapat menyelamatkannya dari adzab, Allah berfirman yang artinya “Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku! Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir’. Dia berkata, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud:42-43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anaknya yang tenggelam, Nabi Nuh berdoa (yang artinya),“Dan Nuh pun menyeru Rabbnya, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah janji yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.’ Allah berfirman, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang diselamatkan), sesungguhnya amalannya bukanlah amalan yang shalih. Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku peringatkan engkau agar jangan termasuk orang-orang yang jahil.” (QS. Hud: 45-46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah apa yang dialami oleh Nabi Allah, Ibrohim. Berada ditengah-tengah orang-orang yang menyekutukan Allah, ia termasuk orang yang mendapat petunjuk. Allah dengan mudahnya memberikan hidayah kepada seseorang yang dikehendakinya, padahal tidak ada seorang pun yang mengajarkan dan menerangkan kebenaran kepadanya, Allah berfirman yang artinya “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan yang ada di langit dan di bumi, agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat bintang, lalu berkata, ‘Inilah rabbku’. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, ‘Aku tidak suka pada yang tenggelam’. Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku’. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, ‘Sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuk padaku, pasti aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku, ini lebih besar’. Tatkala matahari itu terbenam, dia pun berkata, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan! Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya’.” (QS. Al-An’am: 75-79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal ini, sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Menggapai Hidayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bertauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taubat kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah menyesatkansiapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belajar Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama” (HR Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berpegang teguh kepada agama Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengerjakan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat al-baqoroh yang artinya “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang artinya “Katakanlah: "Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): "Marilah ikuti kami." Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu katsir menafsiri ayat ini, “Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah. Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum’atnya “Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin. Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.remajaislam.com, disalin dari Buletin Dakwah At Tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rian Permana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-72183459556961746?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/72183459556961746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=72183459556961746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/72183459556961746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/72183459556961746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/hidayah-hanyalah-milik-allah.html' title='Hidayah Hanyalah Milik Allah'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-365327334560517347</id><published>2010-10-09T18:29:00.002+07:00</published><updated>2010-10-09T19:52:32.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta dan pernikahan'/><title type='text'>Kiat-Kiat Menuju Pelaminan</title><content type='html'>At Tauhid edisi V/20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yulian Purnama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah ikatan suci antara dua orang insan yang pasrah untuk saling berjanji setia menemani mengayuh biduk mengarungi lautan kehidupan. Dari ikatan suci ini dibangun keluarga bahagia, yang dipimpin oleh seorang suami yang shalih dan dimotori oleh seorang istri yang shalihah. Mereka mengerti hak-hak dan kewajiban mereka terhadap pasangannya, dan mereka pun memahami hak dan kewajiban mereka kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahir dari mereka berdua anak-anak yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Cinta dan kasih sayang pun tumbuh subur di dalamnya. Rahmat dan berkah Allah pun terlimpah kepada mereka. Inilah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, samara kata orang. Inilah model keluarga yang diidamkan oleh setiap muslim tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa untuk menggapai taraf keluarga yang demikian setiap orang harus melewati sebuah pintu, yaitu pernikahan. Dan usaha untuk meraih keluarga yang samara ini hendaknya sudah dimulai saat merencanakan pernikahan. Pada tulisan singkat ini akan sedikit dibahas beberapa kiat menuju pernikahan Islam yang diharapkan menjadi awal dari sebuah keluarga yang samara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbenah Diri Untuk Mendapatkan Yang Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ingin membicarakan 2 jenis manusia ketika ditanya: “Anda ingin menikah dengan orang shalih/shalihah atau tidak?”. Manusia jenis pertama menjawab “Ya, tentu saja saya ingin”, dan inilah muslim yang masih bersih fitrahnya. Ia tentu mendambakan seorang suami atau istri yang taat kepada Allah, ia mendirikan shalat ia menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ia menginginkan sosok yang shalih atau shalihah. Maka, jika orang termasuk manusia pertama ini agar ia mendapatkan pasangan yang shalih atau shalihah, maka ia harus berusaha menjadi orang yang shalih atau shalihah pula. Allah Azza Wa Jalla berfirman yang artinya: “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula” [QS. An Nur: 26]. Yaitu dengan berbenah diri, berusaha untuk bertaubat dan meninggalkan segala kemaksiatan yang dilakukannya kemudian menambah ketaatan kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan manusia jenis kedua menjawab: “Ah saya sih ndak mau yang alim-alim” atau semacam itu. Inilah seorang muslim yang telah keluar dari fitrahnya yang bersih, karena sudah terlalu dalam berkubang dalam kemaksiatan sehingga ia melupakan Allah Ta’ala, melupakan kepastian akan datangnya hari akhir, melupakan kerasnya siksa neraka. Yang ada di benaknya hanya kebahagiaan dunia semata dan enggan menggapai kebahagiaan akhirat. Kita khawatir orang-orang semacam inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai orang yang enggan masuk surga. Lho, masuk surga koq tidak mau? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan”. Para sahabat bertanya: ‘Siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah?’. Beliau bersabda: “Yang taat kepadaku akan masuk surga dan yang ingkar terhadapku maka ia enggan masuk surga” [HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri atau suami adalah teman sejati dalam hidup dalam waktu yang sangat lama bahkan mungkin seumur hidupnya. Musibah apa yang lebih besar daripada seorang insan yang seumur hidup ditemani oleh orang yang gemar mendurhakai Allah dan Rasul-Nya? Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Keadaan agama seorang insan tergantung pada keadaan agama teman dekatnya. Maka sudah sepatutnya kalian memperhatikan dengan siapa kalian berteman dekat” [HR. Ahmad, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekali Diri Dengan Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu adalah bekal penting bagi seseorang yang ingin sukses dalam pernikahannya dan ingin membangun keluarga Islami yang samara. Ilmu yang dimaksud di sini adalah ilmu agama tentunya. Secara umum, seseorang perlu membekali diri dengan ilmu-ilmu agama, minimal ilmu-ilmu agama yang wajib bagi setiap muslim. Seperti ilmu tentang aqidah yang benar, tentang tauhid, ilmu tentang syirik, tentang wudhu, tentang shalat, tentang puasa, dan ilmu yang lain, yang jika ilmu-ilmu wajib ini belum dikuasai maka seseorang dikatakan belum benar keislamannya. Lebih baik lagi jika membekali diri dengan ilmu agama lainnya seperti ilmu hadits, tafsir al Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqh karena tidak diragukan lagi bahwa ilmu adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Renungkanlah firman Allah Ta’ala, yang artinya: “Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” [QS. Al Mujadalah: 11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, ilmu yang penting untuk menjadi bekal adalah ilmu tentang pernikahan. Tata cara pernikahan yang syar’I, syarat-syarat pernikahan, macam-macam mahram, sunnah-sunnah dalam pernikahan, hal-hal yang perlu dihindari, dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan Harta Dan Rencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa pernikahan membutuhkan kemampuan harta. Minimal untuk dapat memenuhi beberapa kewajiban yang menyertainya, seperti mahar, mengadakan walimah dan kewajiban memberi nafkah kepada istri serta anak-anak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” [HR. Ahmad, Abu Dawud].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kebutuhan akan harta ini jangan sampai dijadikan pokok utama sampai-sampai membuat seseorang tertunda atau terhalang untuk menikah karena belum banyak harta. Harta yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (mensyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, terdapat larangan bermewah-mewah dalam mahar dan terdapat teladan menyederhanakan walimah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya” [HR. Ahmad]. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga, berdasarkan hadits Anas Bin Malik Radhiyallahu’anhu, ketika menikahi Zainab Bintu Jahsy mengadakan walimah hanya dengan menyembelih seekor kambing [HR. Bukhari-Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu rumah tangga bak sebuah organisasi, perlu manajemen yang baik agar dapat berjalan lancar. Maka hendaknya bagi seseorang yang hendak menikah untuk membuat perencanaan matang bagi rumah tangganya kelak. Misalnya berkaitan dengan tempat tinggal, pekerjaan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihlah Dengan Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius : nikah, cerai dan ruju’ ” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali Nasa’i). Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria yang paling utama adalah agama yang baik. Setiap muslim atau muslimah yang ingin beruntung dunia akhirat hendaknya mengidam-idamkan sosok suami atau istri yang baik agamanya, ia memahami aqidah Islam yang benar, ia menegakkan shalat, senantiasa mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menganjurkan memilih istri yang baik agamanya “Wanita dikawini karena empat hal : ……. hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [HR. Bukhari- Muslim]. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga mengancam orang yang menolak lamaran dari seorang lelaki shalih “Jika datang kepada kalian lelaki yang baik agamanya (untuk melamar), maka nikahkanlah ia. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” [HR. Tirmidzi, Ibnu Majah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada beberapa kriteria lainnya yang juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih calon istri atau suami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sebaiknya ia berasal dari keluarga yang baik nasabnya (bukan keluarga pezina atau ahli maksiat)&lt;br /&gt;   2. Sebaiknya ia sekufu. Sekufu maksudnya tidak jauh berbeda kondisi agama, nasab dan kemerdekaan dan kekayaannya&lt;br /&gt;   3. Gadis lebih diutamakan dari pada janda&lt;br /&gt;   4. Subur (mampu menghasilkan keturunan)&lt;br /&gt;   5. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan jika engkau pandang…” [HR. Thabrani]&lt;br /&gt;   6. Hendaknya calon istri memahami wajibnya taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf&lt;br /&gt;   7. Hendaknya calon istri adalah wanita yang mengaja auratnya dan menjaga dirinya dari lelaki non-mahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Istikharah Agar Lebih Mantap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya urusan memilih calon pasangan, membuat seseorang layak untuk bersungguh-sungguh dalam hal ini. Selain melakukan usaha, jangan lupa bahwa hasil akhir dari segala usaha ada di tangan Allah Azza Wa Jalla. Maka sepatutnya jangan meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala agar dipilihkan calon pasangan yang baik. Dan salah satu doa yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan shalat Istikharah. Sebagaimana hadits dari Jabir Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan Al Qur’an” [HR. Bukhari].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangi Si Dia Untuk Nazhor Dan Khitbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pilihan telah dijatuhkan, maka langkah selanjutnya adalah Nazhor. Nazhor adalah memandang keadaan fisik wanita yang hendak dilamar, agar keadaan fisik tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk melanjutkan melamar wanita tersebut atau tidak. Terdapat banyak dalil bahwa Islam telah menetapkan adanya Nazhor bagi lelaki yang hendak menikahi seorang wanita. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian meminang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah” [HR. Abu Dawud].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam nazhor disyaratkan beberapa hal yaitu, dilarang dilakukan dengan berduaan namun ditemani oleh mahrom dari sang wanita, kemudian dilarang melihat anggota tubuh yang diharamkan, namun hanya memandang sebatas yang dibolehkan seperti wajah, telapak tangan, atau tinggi badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil tentang adanya nazhor dalam Islam juga mengisyaratkan tentang terlarangnya pacaran dalam. Karena jika calon pengantin sudah melakukan pacaran, tentu tidak ada manfaatnya melakukan Nazhor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bulat keputusan maka hendaknya lelaki yang hendak menikah datang kepada wali dari sang wanita untuk melakukan khitbah atau melamar. Islam tidak mendefinisikan ritual atau acara khusus untuk melamar. Namun inti dari melamar adalah meminta persetujuan wali dari sang wanita untuk menikahkan kedua calon pasangan. Karena persetujuan wali dari calon wanita adalah kewajiban dan pernikahan tidak sah tanpanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Tidak sah suatu pernikahan kecuali dengan keberadaan wali” [HR. Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan Mahar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah mahar, atau disebut juga mas kawin. Mahar adalah pemberian seorang suami kepada istri yang disebabkan pernikahan. Memberikan mahar dalam pernikahan adalah suatu kewajiban sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Maka berikanlah kepada mereka maharnya sebagai suatu kewajiban” [QS. An Nisa: 24]. Dan pada hakekatnya mahar adalah ‘hadiah’ untuk sang istri dan mahar merupakan hak istri yang tidak boleh diambil. Dan terdapat anjuran dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk tidak terlalu berlebihan dalam mahar, agar pernikahannya berkah. Sebagaimana telah dibahas di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu semua dijalani akhirnya sampailah di hari bahagia yang ditunggu-tunggu yaitu hari pernikahan. Dan tali cinta antara dua insan pun diikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum Sanggup Menikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah uraian singkat mengenai kiat-kiat bagi seseorang yang hendak menapaki tangga pernikahan. Nah, lalu bagaimana kiat bagi yang sudah ingin menikah namun belum dimampukan oleh Allah Ta’ala? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Orang-orang yang belum mampu menikah hendaknya menjaga kesucian diri mereka sampai Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” [QS. An Nur: 33]. As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Yaitu menjaga diri dari yang haram dan menempuh segala sebab yang dapat menjauhkan diri keharaman, yaitu hal-hal yang dapat memalingkan gejolak hati terhadap hal yang haram berupa angan-angan yang dapat dikhawatirkan dapat menjerumuskan dalam keharaman” [Tafsir As Sa’di]. Intinya, Allah Ta’ala memerintahkan orang yang belum mampu untuk menikah untuk bersabar sampai ia mampu kelak. Dan karena dorongan untuk menikah sudah bergejolak mereka diperintahkan untuk menjaga diri agar gejolak tersebut tidak membawa mereka untuk melakukan hal-hal yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga menyarakan kepada orang yang belum mampu untuk menikah untuk banyak berpuasa, karena puasa dapat menjadi tameng dari godaan untuk bermaksiat [HR. Bukhari-Muslim]. Selama masih belum mampu untuk menikah hendaknya ia menyibukkan diri pada hal yang bermanfaat. Karena jika ia lengah sejenak saja dari hal yang bermanfaat, lubang kemaksiatan siap menjerumuskannya. Ibnul Qayyim Al Jauziyah memiliki ucapan emas: “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi Liman Sa’ala ‘An Ad Dawa Asy Syafi, hal. 109). Kemudian senantiasa berdoa agar Allah memberikan kemampuan untuk segera menikah. Wallahul Musta’an. [Yulian Purnama]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-v/kiat-kiat-menuju-pelaminan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-365327334560517347?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/365327334560517347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=365327334560517347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/365327334560517347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/365327334560517347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/at-tauhid-edisi-v20-oleh-yulian-purnama.html' title='Kiat-Kiat Menuju Pelaminan'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-2316678788118902662</id><published>2010-10-09T18:26:00.001+07:00</published><updated>2010-10-09T18:40:31.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pergaulan'/><title type='text'>Adab Bergaul dengan Lawan Jenis</title><content type='html'>Dilahirkan sebagai seorang wanita adalah anugerah yang sangat indah dari Allah Ta’ala. Sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh seorang pria.Terlebih anugerah itu bertambah menjadi muslimah yang mukminah yaitu wanita muslimah yang beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan dalam mencapainya. Dikarenakan  balasan yang Allah janjikan pun tidak terbandingkan dan semua wanita pun menginginkannya. Godaan-godaan untuk menjadi wanita shalihah sering kali datang dan menggebu-gebu saat kita menginjak usia remaja,di mana masa puberitas seorang wanita ada di masa ini. Bukan hal yang mudah pula bagi remaja muslim dalam melewati masa ini, namun sungguh sangat indah bagi para remaja yang bisa dikatakan lulus dalam melewati masa pubertas yang penuh godaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah “rasa ketertarikan terhadap lawan jenis”. Memang, rasa tertarik terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia, baik wanita atau lelaki. Namun kalau kita tidak bisa memenej perasaan tersebut,maka akan menjadi mala petaka yang amat besar,baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang yang kita sukai. Sudah Allah tunjukkan dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wanita muslimah kita harus yakin bahwa kehormatan kita harus dijaga dan dirawat, terlebih ketika berkomunikasi atau bergaul dengan lawan jenis agar tidak ada mudhorot (bahaya) atau bahkan fitnah. Di bawah ini akan kami ungkapkan adab-adab bergaul  dengan lawan jenis. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Dilarang untuk berkholwat (berdua-duan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTM, teman tapi mesra, kemana-mana bareng, ke kantin bareng, berangkat sekolah bareng, pulang sekolah bareng. Hal ini merupakan gambaran remaja umumnya saat ini,di mana batas-batas pergaulan di sekolah umum sudah sangat tidak wajar dan melanggar prinsip Islam. Namun tidak mengapa kita sekolah di sekolah umum jika tetap bisa menjaga adb-adab bergaul dengan lawan jenis. Jika ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan maka yang ketiga sebagai pendampingnya adalah setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin." (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada setan yang menemani kita lebih baik malaikat bukan? Ngaji,membaca Al Quran dan memahami artinya serta menuntut ilmu agama InsyaAllah malaikatlah yang akan mendampingi kita.Tentu sebagai wanita yang cerdas, kita akan lebih memilih untuk didampingi oleh malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Menundukkan pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya adalah termasuk panah-panah setan. Kalau cuma sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja maka tidak menjadi masalah pandangan mata tersebut, pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan namun selanjutnya adalah haram.Ketika melihat lawan jenis,maka cepatlah kita tundukkan pandangan itu, sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati kita. Segera  mohon pertolongan kepada Allah agar kita tidak mengulangi pandangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Jaga aurat terhadap lawan jenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah aurat kita dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Maksudnya mahram di sini adalah laki-laki yang haram untuk menikahi kita. Yang tidak termasuk mahram seperti teman sekolah, teman bermain, teman pena bahkan teman dekat pun kalau dia bukan mahram kita, maka kita wajib menutup aurat kita dengan sempurna. Maksud sempurna di sini yaitu kita menggunakan jilbab yang menjulur ke seluruh  tubuh kita dan menutupi dada. Kain yang dimaksud pun adalah kain yang disyariatkan, misal kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh sempit, dan tidak membentuk lekuk tubuh kita. Adapun yang bukan termasuk aurat dari seorang wanita adalah kedua telapak tangan dan muka atau wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki." (HR. Tirmidzi, shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtilat itu adalah campur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu kita sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan obyek pandangan oleh banyak laki-laki bukan? Oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan,demikian pun yang laki-laki mempunyai kewajiban yang sama untuk menundukkan pandangannya terhadap wanita yang bukan mahramnya, karena ini adalah perintah Allah dalam Al Qur’an dan akan menjadi berdosa bila kita tidak mentaatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Menjaga kemaluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga kemaluan juga bukan hal yang mudah,karena dewasa ini banyak sekali remaja yamng terjebak ke dalam pergaulan dan seks bebas. Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya menjaga kemaluan. Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang senonoh atau membangkitkan nafsu syahwat, tidak terlalu sering membaca atau menonton kisah-kisah percintaan, tidak terlalu sering berbicara atau berkomunikasi dengan lawan jenis, baik bicara langsung (tatap muka) ataupun melalui telepon, SMS, chatting, YM dan media komunikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya sebagai seorang muslim-muslimah baik remaja atau dewasa, kita mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk mematuhi adab-adab bergaul dengan lawan jenis tersebut. Semoga Allah memudahkan usaha kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Zainab (Santri Ma’had Umar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muroja'ah: M.A. Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.remajaislam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-2316678788118902662?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/2316678788118902662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=2316678788118902662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/2316678788118902662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/2316678788118902662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/adab-bergaul-dengan-lawan-jenis.html' title='Adab Bergaul dengan Lawan Jenis'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-5986944791252494981</id><published>2010-10-09T18:21:00.000+07:00</published><updated>2010-10-09T18:23:03.687+07:00</updated><title type='text'>Mengusap Jilbab Ketika Berwudhu, Bolehkah?</title><content type='html'>Seringkali seorang muslimah berjilbab merasa kesulitan jika harus berwudhu di tempat umum yang terbuka. Inginnya berwudhu secara sempurna dengan membasuh anggota wudhu secara langsung. Akan tetapi jika hal itu dilakukan maka dikhawatirkan auratnya akan terlihat oleh orang lain yang bukan mahram. Karena anggota wudhu seorang wanita muslimah sebagian besarnya adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan menurut pendapat yang rojih (terkuat). Lalu, bagaimana cara berwudhu jika kita berada pada kondisi yang demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, tidak perlu bingung dan mempersulit diri sendiri, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kemudahan dan keringanan bagi hamba-Nya dalam syari’at Islam ini. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (QS. Al Baqarah: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bahasan kali ini, kita akan membahas mengenai hukum wudhunya seorang muslimah dengan tetap mengenakan kerudungnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita boleh berwudhu dengan tetap memakai kerudungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait wudhunya seorang muslimah dengan tetap memakai kerudung penutup kepala, maka diperbolehkan bagi seorang wanita untuk mengusap kerudungnya sebagai ganti dari mengusap kepala. Lalu apa dalil yang membolehkan hal tersebut? Dalilnya adalah bahwasanya Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dulu pernah berwudhu dengan tetap memakai kerudungnya dan beliau mengusap kerudungnya. Ummu Salamah adalah istri dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka apakah Ummu Salamah akan melakukannya (mengusap kerudung) tanpa izin dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?[1] Apabila mengusap kerudung ketika berwudhu tidak diperbolehkan, tentunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melarang Ummu Salamah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mundzir rahimahullah dalam Al Mughni (1/132) mengatakan, “Adapun kain penutup kepala wanita (kerudung) maka boleh mengusapnya karena Ummu Salamah sering mengusap kerudungnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah berwudhu dengan mengusap surban penutup kepala yang beliau kenakan. Maka hal ini dapat diqiyaskan dengan mengusap kerudung bagi wanita. Dari ‘Amru bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu, dari bapaknya, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رأيت النبي صلّى الله عليه وسلّم، يمسح على عمامته وخفَّيه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dari Bilal radhiyallahu ‘anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن النبي صلّى الله عليه وسلّم، مسح على الخفين والخمار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kedua khuf dan khimarnya.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi apakah seorang wanita diperbolehkan untuk mengusap kerudungnya ketika berwudhu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “(Pendapat) yang masyhur dari madzhab Imam Ahmad, bahwasanya seorang wanita mengusap kerudungnya jika menutupi hingga di bawah lehernya, karena mengusap semacam ini terdapat contoh dari sebagian istri-istri para sahabat radhiyallahu ‘anhunna. Bagaimana pun, jika hal tersebut (membuka kerudung) menyulitkan, baik karena udara yang amat dingin atau sulit untuk melepas kerudung dan memakainya lagi, maka bertoleransi dalam hal seperti ini tidaklah mengapa. Jika tidak, maka yang lebih utama adalah mengusap kepala secara langsung.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Adapun jika tidak ada kebutuhan akan hal tersebut (berwudhu dengan tetap memakai kerudung -pen) maka terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama (yaitu boleh berwudhu dengan tetap memakai kerudung ataukah harus melepas kerudung -pen).”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika membuka kerudung itu menyulitkan misalnya karena udara yang amat dingin, kerudung sulit untuk dilepas dan sulit untuk dipakai kembali, dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk membuka kerudung karena dikhawatirkan akan terlihat auratnya oleh orang lain, atau udzur yang lain, maka tidaklah mengapa untuk tidak membuka kerudung ketika berwudhu. Namun, jika memungkinkan untuk membuka kerudung, maka yang lebih utama adalah membukanya sehingga dapat mengusap kepalanya secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara mengusap kerudung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengusap kerudung sebagai pengganti mengusap kepala pada saat wudhu, menurut pendapat yang kuat ada dua cara[6], diqiyaskan dengan tata cara mengusap surban, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Cukup mengusap kerudung yang sedang dipakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surban boleh diusap seluruhnya atau sebagian besarnya.[7] Karena kerudung bagi seorang wanita bisa diqiyaskan dengan surban bagi pria, maka cara mengusapnya pun sama, yaitu boleh mengusap seluruh bagian kerudung yang menutupi kepala atau boleh sebagiannya saja. Akan tetapi, jika dirasa sulit untuk mengusap seluruh kerudung, maka diperbolehkan mengusap sebagian kerudung saja yaitu bagian atasnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Amr bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Mengusap bagian depan kepala (ubun-ubun) kemudian mengusap kerudung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أن النبي صلّى الله عليه وسلّم، توضأ، ومسح بناصيته وعلى العمامة وعلى خفيه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwudhu mengusap ubun-ubunnya, surbannya, dan juga khufnya.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رأيتُ رسولَ اللّه صلى الله عليه وسلم يتوضأ وعليه عمَامة قطْرِيَّةٌ، فَأدْخَلَ يَدَه مِنْ تحت العمَامَة، فمسح مُقدَّمَ رأسه، ولم يَنْقُضِ العِمًامَة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, sedang beliau memakai surban dari Qatar. Maka beliau menyelipkan tangannya dari bawah surban untuk menyapu kepala bagian depan, tanpa melepas surban itu.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Jika seorang wanita takut akan dingin dan yang semisalnya maka dia boleh mengusap kerudungnya. Karena sesungguhnya Ummu Salamah mengusap kerudungnya. Dan hendaknya mengusap kerudung disertai dengan mengusap sebagian rambutnya.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka diperbolehkan bagi seorang muslimah untuk mengusap kerudungnya saja atau mengusap kerudung beserta sebagian rambutnya. Namun, untuk berhati-hati hendaknya mengusap sebagian kecil dari rambut bagian depannya beserta kerudung, karena jumhur ulama tidak membolehkan hanya mengusap kerudung saja, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat mengusap kerudung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berselisih pendapat tentang syarat-syarat mengusap penutup kepala (dalam konteks bahasan ini adalah kerudung). Sebagian ulama berpendapat bahwa syarat-syarat mengusap penutup kepala sama dengan syarat-syarat mengusap khuf (sepatu). Perlu diketahui bahwa di antara syarat-syarat mengusap khuf adalah khuf dipakai dalam keadaan suci dan batas waktu mengusap khuf adalah sehari semalam untuk orang yang mukim dan tiga hari tiga malam untuk musafir. Sebagian lagi berpendapat bahwa syarat-syarat mengusap kerudung tidak dapat diqiyaskan dengan persyaratan mengusap khuf. Mengapa demikian? Meskipun sama-sama mengusap, tetapi mengusap kerudung merupakan pengganti dari mengusap kepala yang mana kepala merupakan anggota wudhu yang cukup dengan diusap, sedangkan mengusap khuf merupakan pengganti dari mengusap kaki yang mana kaki merupakan anggota wudhu yang dibasuh/dicuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidaklah disyaratkan untuk memakai penutup kepala dalam keadaan suci dan tidak ada batasan waktu, dan inilah pendapat yang lebih kuat, in syaa Allah. Mereka berpendapat karena dalam hal ini tidak ada ketetapan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai batasan waktunya. Kapan pun seorang wanita muslimah memakai kerudung dan berkepentingan untuk mengusapnya ketika berwudhu maka ia boleh mengusapnya, dan bilamana ia bisa melepas kerudungnya ketika berwudhu maka ia mengusap kepalanya, dan tidak ada batas waktu untuk hal tersebut. Namun, untuk lebih berhati-hati hendaknya kita tidak memakai penutup kepala kecuali dalam keadaan suci.[11]Wallahu a’lamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Isma’il&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muroja’ah: M. A. Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.remajaislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah (21/186), Maktabah Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari (1/308 no. 205) dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] HR. Muslim (1/231) no. 275&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]Majmu’ Fatawa wa Rasaail Ibnu ‘Utsaimin (11/120), Maktabah Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah (21/218)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]Thohurul Muslimi fii Dhouil Kitabi was SunnatiMafhuumun wa Fadhoilu wa Adabun wa Ahkamun hal. 35 &amp; 52, Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Maktabah Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Lihat Syarh Al-‘Umdah hal. 276 dan Majmu’ Fatawa wa Rasaail Ibnu ‘Utsaimin (11/119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] HR. Muslim (1/230) no. 274&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah (21/218), Maktabah Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Lihat Fiqhus Sunnah lin Nisaa, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]Majmu’ Fatawa wa Rasaail Ibnu ‘Utsaimin (11/119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://remajaislam.com/islam-dasar/pojok-muslimah/49-mengusap-jilbab-ketika-berwudhu-bolehkah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-5986944791252494981?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/5986944791252494981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=5986944791252494981' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/5986944791252494981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/5986944791252494981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2010/10/mengusap-jilbab-ketika-berwudhu.html' title='Mengusap Jilbab Ketika Berwudhu, Bolehkah?'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-2709044544796426831</id><published>2009-10-31T11:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-31T11:19:13.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pakaian Muslimah'/><title type='text'>Pakaian yang Mesti Engkau Pakai, Saudariku!</title><content type='html'>Betapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Sungguh kadang hati terasa perih. Apa bedanya penampilan mereka yang berkerudung dengan penampilan wanita lain yang tidak berkerudung jika sama-sama ketatnya[?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pembahasan kita saat ini adalah mengenai pakaian wanita muslimah yang seharusnya mereka pakai. Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan "Wanita yang Berpakaian Tetapi Telanjang". Semoga bermanfaat. Hanya Allah lah yang dapat memberi taufik dan hidayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt; (QS. Al Ahzab [33] : 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”&lt;/span&gt; (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah mustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat Pakaian Wanita yang Harus Diperhatikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah.&lt;br /&gt;Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami.&lt;br /&gt;Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat pertama&lt;/span&gt;: pakaian wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat kedua&lt;/span&gt;: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.”&lt;/span&gt; (QS. Al Ahzab : 33). Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat ketiga&lt;/span&gt;: pakaian tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” &lt;/span&gt;(HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.”&lt;/span&gt; (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)&lt;br /&gt;Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Syarat keempat&lt;/span&gt;: tidak diberi wewangian atau parfum.&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.”&lt;/span&gt; (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat kelima&lt;/span&gt;: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,&lt;br /&gt;لَعَنَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari no. 6834)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)&lt;br /&gt;Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat keenam&lt;/span&gt;: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِى الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.”&lt;/span&gt; (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat ketujuh&lt;/span&gt;: pakaian tersebut terbebas dari salib.&lt;br /&gt;Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,&lt;br /&gt;كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى امْرَأَةٍ بُرْداً فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.”&lt;/span&gt; (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;br /&gt;Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Syarat kedelapan&lt;/span&gt;: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).&lt;br /&gt;Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.&lt;br /&gt;Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya.&lt;/span&gt; Setelah itu beliau bersabda,&lt;br /&gt;إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الذِّيْنَ يُشَبِّهُوْنَ ِبخَلْقِ اللهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.”&lt;/span&gt; (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Syarat kesembilan&lt;/span&gt;: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat kesepuluh&lt;/span&gt;: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat kesebelas&lt;/span&gt;: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syarat keduabelas&lt;/span&gt;: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;/span&gt; (QS. At Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah&lt;br /&gt;2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah&lt;br /&gt;3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman&lt;br /&gt;4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah&lt;br /&gt;5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-2709044544796426831?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/2709044544796426831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=2709044544796426831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/2709044544796426831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/2709044544796426831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/pakaian-yang-mesti-engkau-pakai.html' title='Pakaian yang Mesti Engkau Pakai, Saudariku!'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-593019863137744818</id><published>2009-10-31T10:56:00.000+07:00</published><updated>2009-10-31T11:22:57.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pakaian Muslimah'/><title type='text'>Wanita Yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah</title><content type='html'>Saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun silam. Sekarang para wanita sudah banyak yang mulai membuka aurat. Bukan hanya kepala yang dibuka atau telapak kaki, yang di mana kedua bagian ini wajib ditutupi. Namun, sekarang ini sudah banyak yang berani membuka paha dengan memakai celana atau rok setinggi betis. Ya Allah, kepada Engkaulah kami mengadu, melihat kondisi zaman yang semakin rusak ini. Kami tidak tahu beberapa tahun mendatang, mungkin kondisinya akan semakin parah dan lebih parah dari saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, berpakaian ala barat yang transparan dan sangat memamerkan aurat akan menjadi budaya kaum muslimin. Semoga Allah melindungi keluarga kita dan generasi kaum muslimin dari musibah ini.&lt;br /&gt;Tanda Benarnya Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini merupakan tanda mukjizat kenabian. Kedua golongan ini sudah ada di zaman kita saat ini. Hadits ini sangat mencela dua golongan semacam ini. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup (Lihat Syarh Muslim, 9/240 dan Faidul Qodir, 4/275). Wahai Rabbku. Dan zaman ini lebih nyata lagi terjadi dan kerusakannya lebih parah.&lt;br /&gt;Saudariku, pahamilah makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna kasiyatun ‘ariyatun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna pertama: wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna kedua: wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna ketiga: wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna keempat: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian yang disampaikan An Nawawi di atas, ada yang bermakna konkrit dan ada yang bermakna maknawi (abstrak). Begitu pula dijelaskan oleh ulama lainnya sebagai berikut.&lt;br /&gt;Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Muslimah, 125-126)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Munawi dalam Faidul Qodir mengatakan mengenai makna kasiyatun ‘ariyatun, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.” (Faidul Qodir, 4/275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;/span&gt;: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. (Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, 1/1031)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah kasiyatun ‘ariyat dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.&lt;br /&gt;Tidakkah Engkau Takut dengan Ancaman Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memakaian pakaian tetapi sebenarnya telanjang, dikatakan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.”&lt;br /&gt;Perhatikanlah saudariku, ancaman ini bukanlah ancaman biasa. Perkara ini bukan perkara sepele. Dosanya bukan hanya dosa kecil. Lihatlah ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Wanita seperti ini dikatakan tidak akan masuk surga dan bau surga saja tidak akan dicium. Tidakkah kita takut dengan ancaman seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi rahimahullah menjelaskan maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘wanita tersebut tidak akan masuk surga’. Inti dari penjelasan beliau rahimahullah:&lt;br /&gt;Jika wanita tersebut menghalalkan perbuatan ini yang sebenarnya haram dan dia pun sudah mengetahui keharaman hal ini, namun masih menganggap halal untuk membuka anggota tubuhnya yang wajib ditutup (atau menghalalkan memakai pakaian yang tipis), maka wanita seperti ini kafir, kekal dalam neraka dan dia tidak akan masuk surga selamanya.&lt;br /&gt;Dapat kita maknakan juga bahwa wanita seperti ini tidak akan masuk surga untuk pertama kalinya. Jika memang dia ahlu tauhid, dia nantinya juga akan masuk surga. Wallahu Ta’ala a’lam. (Lihat Syarh Muslim, 9/240)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ancaman ini telah jelas, lalu kenapa sebagian wanita masih membuka auratnya di khalayak ramai dengan memakai rok hanya setinggi betis? Kenapa mereka begitu senangnya memamerkan paha di depan orang lain? Kenapa mereka masih senang memperlihatkan rambut yang wajib ditutupi? Kenapa mereka masih menampakkan telapak kaki yang juga harus ditutupi? Kenapa pula masih memperlihatkan leher?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah, wahai saudariku! Bangkitlah dari kemalasanmu! Taatilah Allah dan Rasul-Nya! Mulailah dari sekarang untuk merubah diri menjadi yang lebih baik ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel selanjutnya "Syarat-syarat Pakaian Muslimah yang Sempurna"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-593019863137744818?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/593019863137744818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=593019863137744818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/593019863137744818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/593019863137744818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/wanita-yang-berpakaian-tapi-telanjang.html' title='Wanita Yang Berpakaian Tapi Telanjang, Sadarlah'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-1866989449909893106</id><published>2009-10-26T20:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T20:06:11.733+07:00</updated><title type='text'>Prediksi Kiamat 21-12-2012, Benarkah?</title><content type='html'>Tulisan ini akan membongkar kekeliruan prediksi kiamat yang akan terjadi 21-12-2012. Isu ini sudah beredar di dunia maya sejak setahun yang lalu. Semoga tulisan ini bisa membentengi setiap muslim dari isu yang keliru semacam ini. Hanya Allah yang memberi taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai menghitung mundur tanggal misterius yang telah dinanti-nanti ratusan tahun: 21 Desember 2012. Berbagai kelompok dari Amerika, Kanada dan Eropa, para pengikut sekte apokaliptis (kiamat) dan beberapa individu mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Meksiko. Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012. Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang ramal Indonesia, Mama Lauren pun sempat angkat bicara di transTV bahwa paranormal tidak bisa menembus tahun 2013 (hanya mentok di 2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah betul prediksi kiamat 2012? Semoga ajaran Islam yang haq bisa mengungkapkannya. Hanya Allah yang memberi kemudahan dan taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada yang Mengetahui Kapan Datangnya Hari Kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lantas beliau menjawab,&lt;br /&gt;“Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat mengherankan yang terjadi saat ini. Beberapa kelompok atau tukang ramal yang sudah pasti suka berdusta, ada yang mengetahui kapan terjadinya kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mengetahui terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Begitu pula malaikat Jibril selaku penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi yang paling mulia dan malaikat yang mulia saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, sudah sepantasnya orang selain keduanya tidak mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan pula bahwa waktu terjadinya hari kiamat termasuk perkara ghoib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya. Sehingga sungguh sangat dusta jika beberapa paranormal (yang sebenarnya tidak normal) bisa menentukan waktu tersebut, baik Mama Laurent, suku Maya di Meksiko atau pun yang lainnya. Ingatlah, hanya Allah yang mengetahui terjadinya kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Kapan terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".” (QS. Al A’raf: 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya). Kepada Rabbmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).” (QS. An Naazi’at: 42-44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, tidak ada yang mengetahui waktunya selain Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui karena waktu tersebut termasuk di antara mafaatihul ghoib (kunci-kunci ilmu ghoib) yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. Mengenai mafaatihul ghoib yang dimaksudkan dapat dilihat pada firman Allah,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,&lt;br /&gt;“Kunci ilmu ghoib itu ada lima.”[2] Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, ... dst”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Terjadinya Kiamat, Akan Muncul Tanda-Tanda Terlebih Dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan tentang hadits Jibril yang datang dengan penambilan Arab Badui dan bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kapan terjadinya hari kiamat, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa beliau sendiri tidak mengetahui tentang kapan terjadinya kiamat dibanding dengan yang bertanya. Orang yang bertanya tersebut nampak seperti orang Arab Badui dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru mengetahui bahwa dia adalah Jibril setelah dia pergi. Ketika menjawab pertanyaan kapankah kiamat terjadi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyangka bahwa bahwa orang itu adalah Arab Badui. Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja mengatakan tentang dirinya bahwa beliau tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat dibanding Arab Badui tadi, maka lebih-lebih lagi dengan orang-orang selain beliau tidak pantas untuk mengetahui hal itu. Anehnya lagi, Al Qur’an dan hadits Nabi menyatakan bahwa kiamat itu memiliki tanda-tanda sebelumnya dan itu amatlah banyak yang datang satu demi satu. Namun ketika waktu sesuai dengan prediksi mereka datang, anehnya tidak ada satu pun tanda-tanda kiamat yang muncul.”[3] Itulah anehnya. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kiamat itu akan datang setelah muncul beberapa tanda sebagaimana disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Asid Al Ghifariy,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikan kami ketika berbincang-bincang. Beliau berkata, ‘Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.’ Beliau berkata, ‘Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda.’ Beliau menyebutkan, ’[1] Dukhan (asap), [2] Dajjal, [3] Daabah, [4] terbitnya matahari dari barat, [5] turunnya Isa ‘alaihis salam, [6] keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, [7,8,9] terjadinya tiga gerhana yaitu di timur, barat dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah [10] keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka’.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi ‘Isa sendiri turun kembali ke muka bumi dan beliau tinggal selama 40 tahun lamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita mengenai Nabi ‘Isa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi ‘Isa tinggal di muka bumi selama 40 tahun kemudian meninggal dan dishalatkan oleh kaum muslimin.”[5] Dari sini, mungkinkah kiamat terjadi tahun 2012?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa berdasarkan berbagai dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, para ulama membagi tanda hari kiamat menjadi dua macam yaitu tanda shughro (kecil) dan tanda kubro (besar). Tanda kiamat shughro sendiri ada yang telah terjadi dan ada yang belum terjadi, ada pula yang berlangsung bukan sekali bahkan terus menerus dan lama kelamaan tanda tersebut lebih banyak terjadi dari waktu-waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih lengkap, tanda-tanda kiamat dapat dibagi menjadi empat macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tanda shughro yang pernah terjadi dan telah berakhir. Contohnya adalah diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan terbelahnya bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tanda shughro yang terus menerus terjadi dan berulang. Contohnya adalah menyerahkan amanah kepada orang yang bukan ahlinya, muncul para pendusta yang mengaku sebagai nabi, muncul wanita-wanita yang berpakaian namun hakekatnya telanjang dan merebaknya perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tanda shughro yang belum terjadi. Contohnya adalah tanah Arab akan menjadi subur dan penuh pengairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tanda kubro, artinya bila tanda-tanda ini muncul, maka kiamat sebentar lagi akan tiba. Di antara tanda tersebut adalah munculnya Dajjal. Akhirnya Dajjal pun dibunuh oleh Nabi ‘Isa. Kemudian muncul pula Ya’juj dan Ma’juj di zaman Nabi ‘Isa. Ya’juj dan Ma’juj juga dimusnahkan oleh Nabi ‘Isa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi Kiamat dengan Cara Apapun Tidaklah Tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sejak dulu banyak orang yang mengklaim terjadinya kiamat pada tanggal-tanggal tertentu. Anehnya lagi yang dipilih adalah angka-angka cantik layaknya memilih angka menarik ketika beli voucher perdana. Ada yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi tanggal 19 September 1990 (19-9-1990), sebagaimana yang pernah kami dengar ketika duduk di bangku SD. Ada yang memprediksi tanggal 9 September 1999 (9-9-1990). Ada pula yang memprediksi 1 Januari 2000 (1-1-2000). Namun prediksi-prediksi dengan angka cantik ini semuanya meleset. Entah mereka membuat alasan apa lagi untuk mengelak jika kiamat benar-benar tidak terjadi tanggal 21 Desember 2012 (21-12-2012). Atau mereka mau membuat tanggal cantik lainnya. Mungkin saja bisa diprediksikan bahwa kiamat terjadi tanggal 10 Oktober 2010 (10-10-2010) atau 21 Desember 2112 (21-12-2112). Setiap orang mungkin bisa saja mengarang-ngarang hal ini sekehendaknya, sesuai dengan angka mana yang ia sukai. Namun ingatlah, janganlah sampai kita membicarakan tentang ilmu Allah tanpa dasar sama sekali. Perkara kapan kiamat itu terjadi adalah perkara ghoib, tidak perlu sibuk-sibuk membahasnya. Sibuk-sibuk mencari-cari waktu tersebut sangat bertentangan sekali dengan metode Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk tidak membahasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor mengatakan, “Semestinya yang dilakukan adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan para ulama umat ini dalam sejarah. Seandainya membicarakan kapan terjadinya kiamat adalah suatu kebaikan untuk manusia, tentu Allah Ta’ala akan memberitahukannya kepada mereka. Akan tetapi, Allah sendiri tidak memberitahukan hal tersebut. Maka inilah yang terbaik bagi mereka.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu pula para sahabat tidaklah pernah membicarakan hal ini, maka barangsiapa yang sibuk-sibuk mencari-cari waktu tersebut dan membicarakannya atau dengan memprediksi melalui perhitungan-perhitungan yang dianggap ilmiah, atau memprediksi melalui gejala-gejala alam, berarti dia telah melakukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya sama sekali (baca: bid’ah). Para ulama salaf seringkali mengatakan,&lt;br /&gt;“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama masa silam, memang ada yang sempat membicarakan waktu kapan terjadinya kiamat bahkan mereka memiliki kitab tersendiri yang membahas hal itu. Sampai-sampai ada di antara mereka mengatakan bahwa dunia ini akan fana (binasa) setelah 500 tahun dari masa diutusnya Nabi Muhammad. Namun setelah 500 Hijriyah, kiamat pun tidak terjadi dan ini sebagai bukti kelirunya sangkaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya pula ada ulama besar yang memprediksikan waktu tersebut, yaitu Imam As Suyuthi –semoga Allah merahmati beliau-. Beliau bahkan membahas pada juz tersendiri yang dinamakan “Al Kasyfu (Mengungkap Terjadinya Hari Kiamat)”. Beliau menentukan tahun tertentu. Namun waktu yang ia perkirakan ternyata telah berlalu dan tidak terjadi kiamat sama sekali, bahkan belum juga muncul tanda-tandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula As Suhailiy memprediksi datangnya hari kiamat dengan menghitung-hitung huruf muqoto’ah (seperti alif laam miim dan haamiim) yang berada di awal-awal surat dalam Al Qur’an. Beliau memprediksikan bahwa kiamat akan terjadi 703 tahun setelah diutusnya Nabi, atau setelah Nabi berhijrah atau dihitung setelah Nabi wafat.[8] Hasil prediksi As Suhailiy pun meleset jauh. Sudah ratusan tahun, belum juga terjadi kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang belakangan meneliti hal serupa adalah Dr. Baha’i. Beliau mengklaim bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 1710 H. Beliau melakukan perhitungan dari huruf-huruf muqotho’ah yang terdapat di awal-awal surat sebagaimana yang dilakukan sebelumnya oleh As Suhailiy. Anehnya walaupun dari cara yang sama, hasil perhitungan keduanya berbeda jauh. Dr. ‘Umar Sulaiman Al Asyqor pun membantah pernyataannya, “Ini adalah suatu metode yang benar-benar keliru. Orang-orang sebelum dia ada yang menggunakan metode yang sama melalui hitungan huruf-huruf muqhoto’ah. Namun hasil perhitungan orang-orang sebelum Dr. Baha’i tidaklah sama dengannya. Mereka memiliki cara perhitungan yang sama, tetapi hasil perhitungannya jauh berbeda. Inilah yang menunjukkan kelirunya cara mereka dan menunjukkan pula tidak terbuktinya penelitian mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pun memiliki bantahan terhadap orang-orang semacam Dr. Baha’i dan yang sepemikiran dengannya. Beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang menyibukkan diri memprediksikan terjadinya kiamat pada tahun tertentu; di antaranya yang menulis kitab “Ad Durro Al Munazzom Fii Ma’rifati Al A’zhom” (dalam kitab tersebut disebutkan sepuluh dalil yang menunjukkan kapan terjadinya kiamat), begitu pula ada yang memprediksi dalam kitab “Huruful Mu’jam”, atau dalam kitab ‘Anqo’ Mughrib, atau orang-orang lain yang melakukan prediksi yang sama; walaupun itu dianggap suatu hal yang menakjubkan oleh pengikutnya, namun perlu diketahui bahwa mayoritas mereka adalah pendusta, yang telah tertipu, dan telah terbukti bahwa mereka hanya berbicara tanpa dasar ilmu. Sungguh mereka telah mengklaim dan mengungkap suatu yang ghoib tanpa dasar ilmu sama sekali. Padahal Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".” (QS.Al A’rof: 33)”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Allah mengurutkan keharaman menjadi empat tingkatan. Allah memulai dengan menyebutkan tingkatan dosa yang lebih ringan yaitu al fawaahisy (perbuatan keji). Kemudian Allah menyebutkan keharaman yang lebih dari itu, yaitu melanggar hak manusia tanpa jalan yang benar. Kemudian Allah beralih lagi menyebutkan dosa yang lebih besar lagi yaitu berbuat syirik kepada Allah. Lalu terakhir Allah menyebutkan dosa yang lebih besar dari itu semua yaitu berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Larangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu ini mencakup berbicara tentang nama dan shifat Allah, perbuatan-Nya, agama dan syari’at-Nya.”[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hati-hatilah berbicara tentang kapan terjadinya kiamat tanpa dasar ilmu. Yang mengetahui hal tersebut hanyalah Allah. Prediksi apapun baik dengan penelitian ilmiah ataupun melalui perhitungan-perhitungan akurat, tidak bisa memastikan kapan terjadinya kiamat. Cukuplah kita menutup mulut dan menjaga lisan dari berbicara mengenai perkara ghoib semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Allah Menyembunyikan Kapan Terjadinya Kiamat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara alasannya adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pertama: agar kiamat masih tetap jadi perkara yang ghoib. Seandainya kapan terjadinya kiamat itu diberitahu kepada makhluk, maka perkara tersebut tidaklah menjadi ghoib lagi. Padahal ciri orang beriman yang membedakannya dengan orang kafir adalah beriman pada yang ghoib. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua: agar manusia tidak mengulur-ulur waktu untuk beriman dan beramal sholih. Seandainya kita diberitahu tanggal pasti terjadinya hari kiamat –misalnya tanggal 21 Desember 2012- , maka orang pun akan menunda-nunda untuk beramal dan terus bersantai ria. Paling yang terbetik dalam benaknya, “Ah, masih ada waktu untuk menikmati hidup, kiamat masih dua tahun lagi. Tunggu sampai bulan Oktober 2012 saja, barulah kita mulai beramal.” Lihatlah ada sikap menunda-nunda. Hal ini berbeda apabila kiamat disembunyikan waktunya. Karena setiap orang sudah mengetahui bahwa kiamat sudah dekat, tentu mulai saat ini juga dia banyak bertaubat pada Allah dan melakukan banyak ketaatan karena waktu yang tersisa cukup singkat. Oleh karena itu, janganlah menunda-nunda waktu selama masih diberi kehidupan dan janganlah terlalu panjang angan-angan. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,&lt;br /&gt;“Apabila engkau berada pada sore hari, janganlah menunggu waktu pagi. Apabila engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Ambillah masa sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum datang matimu.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Mesti Dipersiapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembahasan di atas, jelaslah bahwa berbagai klaim terjadinya hari kiamat pada tanggal, bulan dan tahun tertentu sungguh suatu kekeliruan karena hal ini sama saja telah berbicara tentang ilmu Allah tanpa dasar ilmu sama sekali. Sibuk-sibuk mencari-cari waktu tersebut sangat bertentangan sekali dengan metode Al Qur’an yang memerintahkan kita untuk tidak membahasnya. Yang semestinya dipersiapkan adalah bekal untuk menghadapi masa tersebut yaitu bekal iman dan amal sholih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu memberi petuah kepada kita,&lt;br /&gt;“Dunia itu akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan berada di hadapan kita. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Kiamat Belum Terjadi, Namun Masih Ada Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang mesti diperhatikan. Meskipun belum muncul beberapa tanda kubro, namun ada kematian yang pasti akan menghampiri setiap insan. Walaupun dia tidak menemui tanda kiamat kubro, setiap orang akan merasakan kematian cepat ataupun lambat. Tidak ada seorang pun yang bisa lari dari yang namanya maut. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".” (QS. Al Jumu’ah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian akan tetap menghampiri seseorang, walaupun dia berusaha bersembunyi di dalam benteng yang kokoh. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kematian (maut) adalah benar adanya.&lt;br /&gt;“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaaf: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pantaskah terbetik untuk menunda-nunda beriman dan beramal sholih. Sungguh, hanya orang yang hatinya tertutup dengan kelamnya maksiat yang tidak mau memperhatikan hal ini.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaaf: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk mempersiapkan diri menghadapi hari kebangkitan dan menghadapi kematian yang setiap kita pasti menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel http://rumaysho.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggang, Gunung Kidul, 22 Syawwal 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] HR. Bukhari no. 50 dan Muslim no. 9, 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HR. Bukhari no. 4778&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Majmu’ Al Fatawa, 4/341-342.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] HR. Muslim no. 2901&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Al Qiyamah Ash Shugro, hal. 122.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Lihat ‘Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhari, Badaruddin Al ‘Ainiy Al Hanafiy, 7/424, Multaqo Ahlil Hadits, Asy Syamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Majmu’ Al Fatawa, 4/342&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] I’lamul Muwaqi’in, 1/38, Darul Jail Beirut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] HR. Bukhari no. 6416&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Diriwayatkan oleh Al Bukhari secara mu’allaq –tanpa sanad-. Atsar ini adalah potongan dari perkataan ‘Ali, ada yang mauquf (sampai pada sahabat) dan marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Lihat Fathul Baari, 18/225, Mawqi’ Al Islam Asy Syamilah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-1866989449909893106?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/1866989449909893106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=1866989449909893106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/1866989449909893106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/1866989449909893106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/prediksi-kiamat-21-12-2012-benarkah.html' title='Prediksi Kiamat 21-12-2012, Benarkah?'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-8991840310776599344</id><published>2009-10-26T15:30:00.003+07:00</published><updated>2010-10-09T19:53:08.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta dan pernikahan'/><title type='text'>Do’a dikala ragu akan dirinya</title><content type='html'>Di sadur dari situs dudung.net,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau catatkan&lt;br /&gt;dia akan mejadi teman menapaki hidup&lt;br /&gt;Satukanlah hatinya dengan hatiku&lt;br /&gt;Titipkanlah kebahagiaan diantara kami&lt;br /&gt;Agar kemesraan itu abadi&lt;br /&gt;Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi&lt;br /&gt;Seiringkanlah kami melayari hidup ini&lt;br /&gt;Ke tepian yang sejahtera dan abadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ya Allah…&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau takdirkan…&lt;br /&gt;…Dia bukan milikku&lt;br /&gt;Bawalah ia jauh dari pandanganku&lt;br /&gt;Luputkanlah ia dari ingatanku&lt;br /&gt;Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan peliharalah aku dari kekecewaan&lt;br /&gt;Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…&lt;br /&gt;Berikanlah aku kekuatan&lt;br /&gt;Melontar bayangannya jauh ke dada langit&lt;br /&gt;Hilang bersama senja nan merah&lt;br /&gt;Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya Allah yang tercinta…&lt;br /&gt;Gantikanlah yang telah hilang&lt;br /&gt;Tumbuhkanlah kembali yang telah patah&lt;br /&gt;Walaupun tidak sama dengan dirinya…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ya Tuhanku…&lt;br /&gt;Pasrahkanlah aku dengan takdirMu&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan&lt;br /&gt;Adalah yang terbaik buatku&lt;br /&gt;Karena Engkau Maha Mengetahui&lt;br /&gt;Segala yang terbaik buat hambaMu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku&lt;br /&gt;Di dunia dan di akhirat&lt;br /&gt;Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————————————-&lt;br /&gt;Jangan Engkau biarkan aku sendirian&lt;br /&gt;Di dunia ini maupun di akhirat&lt;br /&gt;—————————————-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran&lt;br /&gt;Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman&lt;br /&gt;Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup&lt;br /&gt;Ke jalan yang Engkau ridhai&lt;br /&gt;Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin… Ya Rabbal ‘Alamin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-8991840310776599344?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/8991840310776599344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=8991840310776599344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/8991840310776599344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/8991840310776599344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/doa-dikala-ragu-akan-dirinya.html' title='Do’a dikala ragu akan dirinya'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-8011585088550300276</id><published>2009-10-26T15:28:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:29:01.977+07:00</updated><title type='text'>Qur’an Menjawab Pertanyaan Manusia</title><content type='html'>Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?&lt;br /&gt;Qur’an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-8011585088550300276?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/8011585088550300276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=8011585088550300276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/8011585088550300276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/8011585088550300276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/quran-menjawab-pertanyaan-manusia.html' title='Qur’an Menjawab Pertanyaan Manusia'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-6269066973169283900</id><published>2009-10-26T15:27:00.001+07:00</published><updated>2009-10-26T15:27:41.201+07:00</updated><title type='text'>Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW, dalam sebuah Hadits Qudsi</title><content type='html'>Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW, dalam sebuah Hadits Qudsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sambut Iblis (alaihi laknat), “Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum , inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (1): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku dimuka bumi ini.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal didalamnya bersamaku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (2): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (3): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah.. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (4): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga,aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (5): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (6): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (7): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (8): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (9): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.” Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (10): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umatmu itu ada tiga macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (11): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang serupa dengan engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (12): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang mencahayakan muka engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (13): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah rahasia engkau kepada umatku?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (14): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (15): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (16): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (17): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (18): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (19): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Nabi (20): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Iblis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From http://www.kebunhikmah.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-6269066973169283900?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/6269066973169283900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=6269066973169283900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6269066973169283900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6269066973169283900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/dialog-iblis-dengan-rasulullah-saw.html' title='Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW, dalam sebuah Hadits Qudsi'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-6312628340805425704</id><published>2009-10-26T15:24:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:26:04.250+07:00</updated><title type='text'>Keistimewaan Muslimah yang dilupakan para feminis</title><content type='html'>Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita auratnya lebih susah dijaga(lebih banyak) dibanding lelaki &lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya. &lt;br /&gt;3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki. &lt;br /&gt;4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki. &lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak. &lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya. &lt;br /&gt;7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri. &lt;br /&gt;8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki. &lt;br /&gt;Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”, tapi Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga Dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita. &lt;br /&gt;2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya  3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya? &lt;br /&gt;3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, IA perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak. &lt;br /&gt;4. Wanita perlu bersusah payah mengandung Dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat Dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, Dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid Dan surga menantinya. &lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya. &lt;br /&gt;6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya Dan menjaga kehormatannya. &lt;br /&gt;7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita. Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai Kita ikut/tunduk kepada cara-cara/peraturan Buatan mereka. (emansipasi Ala western)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan Kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala Hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu,&lt;br /&gt;sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar Kita (kaum lelaki) Berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sabda Rasulullah bahwa&lt;br /&gt;” ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga Dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd Dan semu di dunia ini. Tunaikan Dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-6312628340805425704?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/6312628340805425704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=6312628340805425704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6312628340805425704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6312628340805425704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/keistimewaan-muslimah-yang-dilupakan.html' title='Keistimewaan Muslimah yang dilupakan para feminis'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-6128266914709415627</id><published>2009-10-26T15:21:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:24:13.150+07:00</updated><title type='text'>Wanita Shalihah</title><content type='html'>&lt;em&gt;Menjadi figur wanita shalehah tidaklah mudah. Apalagi di saat kondisi zaman telah sedemikian akutnya dalam ‘mengekspos’ kehidupan wanita. Berbagai kemewahan, mode, dan gaya hidup ditawarkan pada wanita tanpa henti. Sehingga tak jarang wanita yang mengaku sebagai muslimah, lalai akan jati diri yang sebenarnya. Lahiriahnya seperti muslimah, namun jiwanya sedikit demi sedikit telah menyimpang dari fitrah sebagai wanita shalehah. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalehah memang bukan label jadi. Shalehah merupakan proses bagi wanita muslimah untuk senantiasa istiqomah menjaga fitrahnya. Untuk meraih predikat shalehah, muslimah haruslah terus dan terus belajar membenahi diri. Tentunya dengan selalu mengkaji tuntunan-tuntunan dari Allah, Rasul, dan teladan-teladan yang telah banyak dicontohkan oleh para shahabiyah. Untaian dasar-dasar dinul Islam berikut ini dapat membantu para muslimah agar senantiasa di dalam bingkai “shalehah”. Muslimah hendaknya selalu mengingat, bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita yang shalehah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. (QS. 4 : 34). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang ta’at, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (QS. 66 : 5). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Apa yang dicari seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah tidak lebih baik dari seorang wanita yang shaleh, apabila diperintah ia menta’atinya, apabila dipandang sangat menyenangkannya, apabila disumpah ia melaksanakannya dengan jujur, dan apabila ditinggal pergi ia menjaga dirinya dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah ra). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berkata Umar bin Khathab ra dalam atsarnya : Tidak ada pemberian yang lebih baik kepada seseorang setelah pemberian Iman kecuali wanita yang shalehah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anas bin Malik ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barangsiapa yang dikaruniai seorang istri yang shalehah, berarti dia telah membantunya menyempurnakan setengah dari Ad-Diennya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah pada setengah lainnya.” (HR. Tabrany, Hakim dan Baihaqi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari Tsauban, Dia berkata: Ketika turun ayat: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah…” Kami sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW, seorang Shahabat berkata: “Firman Allah tersebut menyinggung tentang emas. Kalau saja kami tahu harta apakah yang paling baik niscaya kami akan mengambil dan akan menyimpannya.” Mendengar itu Rasulullah SAW bersabda: “Harta yang paling baik ialah lisan yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan seorang isteri yang beriman yang membantu memperkuat keimanan suaminya.” (HR. Tirmidzi dan menurutnya hadits tersebut hasan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalehah.” (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi.” (HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Abdurrahman bin Abza berkata: Allah berfirman kepada Nabi Dawud as: “Dan ketahuilah bahwa istri yang shalehah bagi suaminya bagaikan raja yang bermahkotakan emas, tiap ia melihatnya menyenangkan hatinya, sebaliknya wanita yang jelek akhlaknya terhadap suaminya bagaikan tanggungan yang berat terhadap orang yang tua.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Abu Sulaiman ad-Darani mengatakan: “Seorang istri shalehah bukanlah termasuk bagian dunia karena dia telah memberimu peluang keluluasaan untuk urusan akhirat, yakni dengan membantu mengatur rumahtanggamu sekaligus memenuhi kebutuhan batinmu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;from http://www.albarokah.or.id/berita/kajian/menjadi-wanita-shalehah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-6128266914709415627?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/6128266914709415627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=6128266914709415627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6128266914709415627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6128266914709415627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/wanita-shalihah.html' title='Wanita Shalihah'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-8767472814422401094</id><published>2009-10-26T15:20:00.001+07:00</published><updated>2009-10-26T15:20:58.868+07:00</updated><title type='text'>Jilbab</title><content type='html'>Syarat-Syarat Jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, seperti muka dan telapak tangan &lt;br /&gt;2. Tidak ada hiasan pada pakaian itu sendiri &lt;br /&gt;3. Kain yang tebal dan tidak tembus pandang &lt;br /&gt;4. Lapang dan tidak sempit. Karena pakaian yang sempit dapat memperlihatkan bentuk tubuh 5seluruhnya atau sebagian &lt;br /&gt;5. Tidak menyerupai laki-laki &lt;br /&gt;6. Tidak menyerupai pakaian orang kafir &lt;br /&gt;7. Pakaian yang tidak menyolok&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-8767472814422401094?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/8767472814422401094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=8767472814422401094' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/8767472814422401094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/8767472814422401094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/jilbab.html' title='Jilbab'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-6030001009142772348</id><published>2009-10-26T15:16:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:19:50.863+07:00</updated><title type='text'>19 Tanda Gagal Ramadhan</title><content type='html'>Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar.&lt;br /&gt;Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah ini kiat-Kiat&lt;br /&gt;menghindarinya gagalnya Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya’ban.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat&lt;br /&gt;tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya’ban, sebagaimana telah&lt;br /&gt;disunnahkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari&lt;br /&gt;dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu ‘anha berkata, “Saya tidak pernah&lt;br /&gt;melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya&lt;br /&gt;tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Gampang mengulur shalat fardhu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan&lt;br /&gt;shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui&lt;br /&gt;kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih.” (Maryam:&lt;br /&gt;59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sa’id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat&lt;br /&gt;(meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada&lt;br /&gt;waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar&lt;br /&gt;menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang&lt;br /&gt;waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang&lt;br /&gt;yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena&lt;br /&gt;nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan diri&lt;br /&gt;kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang&lt;br /&gt;yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan&lt;br /&gt;perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan&lt;br /&gt;cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”&lt;br /&gt;(Al-Anbiya:90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah,&lt;br /&gt;sampai Aku mencintainya.” (Hadits Qudsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kikir dan rakus pada harta benda.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah tandanya.&lt;br /&gt;Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu mengendalikan sifat rakus&lt;br /&gt;pada makan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat kehewanan&lt;br /&gt;(Bahimiyah). Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering membuat&lt;br /&gt;manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, akan menguatkan sifat utama&lt;br /&gt;kemanusiaan (Insaniyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Malas membaca Al-Qur’an.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan juga disebut Syahrul Qur’an, bulan yang di dalamnya diturunkan&lt;br /&gt;Al-Qur’an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik siang&lt;br /&gt;maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Qur’an.” (HR Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin&lt;br /&gt;kemuliaan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak&lt;br /&gt;berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di&lt;br /&gt;bulan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Mudah mengumbar amarah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: “Orang kuat bukanlah&lt;br /&gt;orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang&lt;br /&gt;yang bisa menguasai diri ketika marah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain beliau bersabda: “Puasa itu perisai diri, apabila salah&lt;br /&gt;seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan&lt;br /&gt;membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka&lt;br /&gt;katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, maka Allah&lt;br /&gt;tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun, maka tiada&lt;br /&gt;hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih&lt;br /&gt;lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn Khattab Ra berkata:&lt;br /&gt;“Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan&lt;br /&gt;tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang&lt;br /&gt;sia-sia.” (Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan kerap&lt;br /&gt;berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara&lt;br /&gt;masak: “Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu,&lt;br /&gt;disaring, baru diucapkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Memutuskan tali silaturrahim.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda: “.Barangsiapa&lt;br /&gt;menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan&lt;br /&gt;menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di&lt;br /&gt;bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa&lt;br /&gt;dengan-Nya.” Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih&lt;br /&gt;sayang dan tali cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan,&lt;br /&gt;diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada atau&lt;br /&gt;tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan&lt;br /&gt;persaudaraan, itu tanda kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Menyia-nyiakan waktu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang&lt;br /&gt;menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah bertanya: ‘ Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: ‘Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka&lt;br /&gt;tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: ‘Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja, kalau&lt;br /&gt;kamu sesungguhnya mengetahui. “Maka apakah kamu mengira sesungguhnya Kami&lt;br /&gt;menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan&lt;br /&gt;kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan yang&lt;br /&gt;berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang mulia.”&lt;br /&gt;(Al-Mu’minun: 112-116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk gagal dalam ber-Ramadhan orang yang lalai atas karunia waktu dengan&lt;br /&gt;melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin waktu&lt;br /&gt;selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan&lt;br /&gt;keteraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Labil dalam menjalani hidup.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani&lt;br /&gt;hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah&lt;br /&gt;memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga,&lt;br /&gt;dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada&lt;br /&gt;suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan&lt;br /&gt;kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya.” (HR&lt;br /&gt;Ahmad, Nasa’i, Baihaqi dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya&lt;br /&gt;tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat taqwa&lt;br /&gt;yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat ialah semangat&lt;br /&gt;mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan ‘amar ma’ruf nahiy munkar dilakukannya,&lt;br /&gt;karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan iman sebagaimana&lt;br /&gt;dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal lah Ramadhan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Khianat terhadap amanah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiyam adalah amanah Allah yang harus dipelihara (dikerjakan) dan&lt;br /&gt;selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shiyam itu ibarat utang yang harus ditunaikan secara rahasia kepada Allah.&lt;br /&gt;Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia) tentu akan&lt;br /&gt;lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia&lt;br /&gt;maupun yang nyata. Sebaliknya orang yang gagal Ramadhan mudah mengkhianati&lt;br /&gt;amanah, baik dari Allah maupun dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Rendah motivasi hidup berjama’ah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi shalat berjama’ah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan.&lt;br /&gt;Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap&lt;br /&gt;kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai&lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjama’ah, yang saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam&lt;br /&gt;saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang&lt;br /&gt;tersusun kokoh.” (Ash-Shaf: 4) Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk&lt;br /&gt;hidup berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa nafsu dan syahwat yang digembleng habis-habisan selama bulan Ramadhan&lt;br /&gt;merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika jiwa&lt;br /&gt;seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah Ramadhan,&lt;br /&gt;maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq. Orang yang tunduk&lt;br /&gt;dan taat kepada Allah lebih mulia dari mereka yang tunduk kepada makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara kafir&lt;br /&gt;berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler itu dan&lt;br /&gt;penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan. Di tengah&lt;br /&gt;gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin berani unjuk gigi, para&lt;br /&gt;alumni akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih dan strategis dalam membela&lt;br /&gt;dan menegakkan kebenaran. Jika bulan suci ini tidak memberi bekal perjuangan&lt;br /&gt;baru yang bernilai spektakuler, maka kemungkinan besar ia telah meninggalkan&lt;br /&gt;kita sebagai pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16. Tidak mencintai kaum dhuafa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di bulan&lt;br /&gt;ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra. Shiyam&lt;br /&gt;Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang paling lemah&lt;br /&gt;di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan mereka yang hidup&lt;br /&gt;dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka seharusnya bertambah.&lt;br /&gt;Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah bulan suci ini, berarti Anda&lt;br /&gt;perlu segera instrospeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya&lt;br /&gt;mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah,&lt;br /&gt;karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang&lt;br /&gt;pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya&lt;br /&gt;kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap&lt;br /&gt;diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan&lt;br /&gt;bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu&lt;br /&gt;kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;18. Sibuk mempersiapkan Lebaran.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan logistik menjelah&lt;br /&gt;Iedul Fitri. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat&lt;br /&gt;genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam bulan mulia&lt;br /&gt;ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan&lt;br /&gt;kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa&lt;br /&gt;seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;19. Idul Fitri dianggap hari kebebasan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah makna Idul Fitri berarti “hari kembali ke fitrah”. Namun&lt;br /&gt;kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka&lt;br /&gt;dari “penjara” Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan&lt;br /&gt;meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali,&lt;br /&gt;syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Iedul Fitri&lt;br /&gt;seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan&lt;br /&gt;peran khalifah dan abdi Allah secara lebih profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada&lt;br /&gt;pada puncaknya saat Iedul Fitri, dan bukan sebaliknya.*Hidayatullah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-6030001009142772348?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/6030001009142772348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=6030001009142772348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6030001009142772348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/6030001009142772348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/19-tanda-gagal-ramadhan.html' title='19 Tanda Gagal Ramadhan'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-5430165633499217694</id><published>2009-10-26T15:14:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:16:07.533+07:00</updated><title type='text'>Tujuh Kalimat Suci</title><content type='html'>Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang Siapa yang hafal dan mengamalkan tujuh kalimat ini akan dimuliakan oleh ALLAH dan malaikat dan akan diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih dilautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bismillahhirrahmannirrahim, pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu &lt;br /&gt;2. Alhamdulillah, pada tiap-tiap habis melakukan sesuatu &lt;br /&gt;3. Astagfirullah, jika tersilap mengatakan sesuatu yang buruk &lt;br /&gt;4. Insyaallah, jika ingin melakukan sesuatu pada masa akan datang &lt;br /&gt;5. Lahaula wala quwwata illa billah, Bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk &lt;br /&gt;6. Innalillahi wa inna illahirajiun, jika menghadapi musibah atau melihat kematian &lt;br /&gt;7. La ila ha ilallah, Bacalah sepanjang siang dan malam sebanyak-banyaknya. amalkanlah  selalu moga-moga kita tergolong dikalangan orang yang terpilih oleh ALLAH SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-5430165633499217694?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/5430165633499217694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=5430165633499217694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/5430165633499217694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/5430165633499217694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/tujuh-kalimat-suci.html' title='Tujuh Kalimat Suci'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-578800466653082688.post-175128930241053904</id><published>2009-10-26T15:11:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:13:45.590+07:00</updated><title type='text'>Beberapa Pertanyaan</title><content type='html'>KENAPA AKU DIUJI???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Ankabut ayat 2-3 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan(Saja) mengatakan:”kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-baqarah ayat 216&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula)kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA AKU DIUJI SEBERAT INI???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-baqarah ayat 286&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASA FRUSTASI ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Imran ayat 139&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah(pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-ImraN AYAT 200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga(di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-BAqarah ayat 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat At-Taubah ayat 111&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA SIAPA AKU BERHARAP???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat At-Taubah ayat 129&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Yusuf ayat 87&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat AN-Nisaa’ ayat 86&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah(dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/578800466653082688-175128930241053904?l=rfnaufal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rfnaufal.blogspot.com/feeds/175128930241053904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=578800466653082688&amp;postID=175128930241053904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/175128930241053904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/578800466653082688/posts/default/175128930241053904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rfnaufal.blogspot.com/2009/10/beberapa-pertanyaan.html' title='Beberapa Pertanyaan'/><author><name>Just Me!!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04006294647901339693</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
